4 Game yang Sempat Dicaci, tetapi Berhasil Comeback dan Dicintai

By gamerismeID 3 Min Read

Tanggal rilis adalah masa krusial bagi game manapun di dunia ini. Pada momen ini, segala hal bisa terjadi, termasuk sambutan negatif dari para penggemar.

Alasannya bisa sangat beragam. Bisa karena kualitas gamenya yang memang buruk, karena kontroversi selama tahap pengembangan, hingga masalah server.

Namun, ada beberapa game yang berhasil bangkit. Dari yang tadinya dimaki, kini dicintai. Inilah kisah comeback terbaik di video game.

No Man’s Sky

Saat pertama kali rilis pada 2016, No Man’s Sky disambut dengan banyak kritik karena tidak memenuhi ekspektasi para pemain. Janji membawa alam semesta yang super luas ternyata tidak se-wah yang dibayangkan.

Namun, developer Hello Games terus melakukan pembaruan besar-besaran dan perbaikan, menjadikan game ini salah satu contoh terbaik tentang bagaimana sebuah game dapat berubah menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Rainbow Six Siege

Jadi salah satu game yang paling diantisipasi pada 2015 membuat semua sorotan tertuju pada Rainbow Six Siege. Sayangnya, game ini memberikan kesan pertama yang buruk karena kurangnya konten dan sederet masalah teknis.

Namun, Ubisoft terus mendukungnya dengan pembaruan reguler, menambahkan operator, peta, dan perbaikan yang membuat game ini menjadi salah satu game tactical shooter terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077 adalah game yang sangat diantisipasi sebelum perilisannya pada akhir 2020. Namun, ketika rilis, game ini menghadapi banyak masalah teknis dan bug yang seabrek. Belum lagi jika membahas kontroversi “crunch” selama tahap pengembangan.

Berbagai perubahan besar (termasuk update Phantom Liberty baru-baru ini) akhirnya dilakukan CD Projekt Red selaku pengembang, yang ternyata berhasil menyelamatkan karya ambisius mereka. Selain itu, rilisnya anime Cyberpunk 2077 pada 2022 mampu mengembalikan hype game ini.

Final Fantasy XIV

Hadir sebagai suksesor Final Fantasy XI yang sukses besar, Final Fantasy XIV justru mendapat sambutan negatif. Terlalu banyak bug, glitch, dan berbagai masalah teknis lain yang membuat game ini nyaris tak layak dimainkan.

Mendengar kritikan gamer, Square Enix mencabut game ini dari peredaran, sebelum akhirnya merilis Final Fantasy XIV: A Realm Revorn pada 2013. Versi baru ini sukses besar, membuat para penggemar melupakan versi aslinya yang gagal total.

Beberapa waktu lalu, Bathesda mengungkapkan optimisme mereka untuk mengubah Redfall yang sekarang banyak dikritik menjadi game sukses dan dicintai di masa depan. Melihat kisah-kisah game yang berhasil comeback dari mimpi buruk di atas, optimisme Bathesda jadi terdengar mungkin.

Share This Article
Follow:
Gamerisme adalah situs berita, event, dan promo terkait video game terdepan di Indonesia. Temukan juga konten menarik lain seperti listicle dan konten interaktif yang tidak akan kamu temukan di situs lain.